Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan BioNTech Dinilai Peniliti Lebih Ampuh

Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan BioNTech Dinilai Peniliti Lebih Ampuh – Sebuah penelitian terbaru di Jerman melaporkan bahwasanya kombinasi vaksin AstraZeneca & BioNTech memicu respons kekebalan yang lebih kuat daripada hanya dengan satu suntikan. Apakah sudah waktunya untuk beralih ke vaksin kombinasi?

Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan BioNTech Dinilai Peniliti Lebih Ampuh

 Baca Juga : Pemerintah Vietnam Inginkan Rakyat Sumbang Dana Untuk Beli Vaksin COVID-19

eco-union – Setelah disetujui oleh Eur0pean Medicines Agency (EMA) pada bulan Januari, vaksin AstraZeneca telah digunakan pada semua orang dewasa di Jerman. Namun, setelah mengetahui tentang risiko pembekuan darah yang berbahaya di otak, terutama di kalangan wanita muda, Komite Tetap Jerman untuk Vaksinasi (Stiko) merekomendasikan pada bulan April bahwa penggunaan AstraZeneca dibatasi untuk orang yang berusia di atas 60 tahun.

Itu berarti sebagian orang yang sudah menyambut takaran awal AstraZeneca wajib memperoleh BioNTech- Pfizer ataupun Moderna buat injeksi kedua mereka. Dikala ini, seluruh orang berusia di Jerman, berapa juga umurnya, bisa kembali divaksinasi dengan AstraZeneca. Tetapi, wajib didahului dengan dialog mengenai resiko oleh dokter pada penderita saat sebelum disuntik.

Suatu riset terkini membuktikan kalau mencampurkan 2 vaksin yang berlainan bisa jadi lebih baik. Para periset di Universitas Saarland di Jerman barat sudah menciptakan kalau banyak orang yang menemukan injeksi awal AstraZeneca serta yang kedua dengan vaksin BioNTech- Pfizer, membuktikan jawaban imunitas yang lebih kokoh dari penderita yang menyambut 2 takaran vaksin yang serupa.

Jadi apakah telah waktunya buat alihkan pendekatan vaksinasi bumi dengan campuran vaksin yang sesuai buat seluruh orang?

Hasil awal

Informasi yang dikeluarkan Universitas Saarland kemudian langkah dini serta belum seluruhnya dievaluasi dengan cara objektif. Saat sebelum para periset dengan cara sah mempublikasikan penemuan mereka, mereka hendak memandang aspek umur serta tipe kemaluan penderita, misalnya, serta pula menekuni lebih dalam campuran mana yang berpotensi mengakibatkan dampak sisi yang lebih akut.

Walaupun penilaian informasi komplit belum berakhir, regu yang melaksanakan riset kaget dengan hasil yang lumayan nyata.

” Seperti itu kenapa kita mau memberikan hasil kita saat ini serta tidak menunggu cara penilaian objektif berakhir,” ucap Martina Sester, guru besar buat pencangkokan serta imunologi peradangan di Saarland University.

Sepuluh kali lipat antibodi

Terdapat 250 orang yang ikut serta dalam percobaan coba yang dicoba di University Hospital di Homburg, Saarland, sepanjang sebagian bulan terakhir. Sebagian dari mereka menyambut 2 injeksi vaksin AstraZeneca, sebagian yang lain menyambut 2 injeksi vaksin BioNTech- Pfizer serta golongan ketiga menyambut satu takaran AstraZeneca diiringi oleh satu lagi dari BioNTech.

Para periset menyamakan daya reaksi kebal partisipan 2 minggu sehabis injeksi kedua.” Kita tidak cuma memandang jumlah antibodi kepada virus corona yang dibesarkan[para peserta], namun pula seberapa efisien apa yang diucap antibodi pelamar,” nyata Sester.” Itu berikan ketahui kita seberapa bagus antibodi dalam menghindari virus merambah sel kita.”

Dalam perihal pengembangan riset antibodi, vaksinasi gaanda- BioNTech dan campuran AstraZeneca- BioNTech dengan cara penting lebih efisien dari vaksinasi ganda- AstraZeneca. Partisipan yang disuntik takaran awal dari salah satu 2 campuran vaksin, menciptakan dekat 10 kali lebih banyak antibodi dibanding dengan 2 injeksi AstraZeneca.

Sester meningkatkan kalau antibodi penetral yang diperoleh dengan vaksin campuran” apalagi sedikit lebih bagus” dari yang digapai dengan 2 injeksi BioNTech.

Peningkatan ‘luar biasa’ dalam produksi antibodi

Percobaan coba CombivacS Spanyol, yang dicoba dengan 663 partisipan di Institut Kesehatan Carlos III di Madrid, hingga pada kesimpulan yang serupa. Hasil dini riset ini dikabarkan dalam harian objektif Nature. Serupa semacam Universitas Saarland, hasil yang diterbitkan belum akhir.

2 pertiga partisipan menyambut injeksi vaksin BioNTech- Pfizer sehabis disuntik AstraZeneca. Sepertiga terakhir belum menyambut injeksi kedua pada dikala hasil dini dibagikan. Magdalena Campins, seseorang interogator pada riset CombivacS di Rumah Sakit Universitas Vall dHebron di Barcelona, memberi tahu kalau mereka yang sudah menyambut injeksi campuran vaksin mulai memproduksi tingkatan antibodi yang jauh lebih besar sehabis injeksi kedua mereka, serta antibodi ini sanggup mengidentifikasi serta menonaktifkan SARS- CoV- 2 dalam uji makmal.

” Kelihatannya vaksin[BioNTech-]Pfizer tingkatkan jawaban antibodi dengan cara luar lazim sehabis satu takaran vaksin AstraZeneca,” catat Zhou Xing, seseorang pakar imunologi di Universitas McMaster di Hamilton, Kanada, yang tidak ikut serta riset ini, di postingan Nature.

Xing meningkatkan kalau kenaikan antibodi itu nampak lebih jelas dari orang yang sudah menyambut takaran kedua vaksin AstraZeneca.

Tetapi, tidak hanya kenyataan kalau hasilnya belum akhir serta belum ditinjau oleh kawan sejawat, terdapat satu permasalahan kalau riset ini tidak memasukkan golongan orang yang menyambut 2 injeksi vaksin yang serupa, alhasil tidak terdapat analogi langsung antara kedua golongan akseptor vaksin yang serupa serta vaksin campuran.

 Baca Juga : COVAX, Asosiasi Pemerataan Akses Vaksin Covid-19

Kombinasi vaksin ‘harus dipertimbangkan secara serius’

Bila hasil dini cocok, campuran AstraZeneca serta BioNTech- Pfizer kelihatannya jadi metode yang menjanjikan. Bukan sebab kedua vaksin itu seragam, tetapi keduanya menggantikan 2 tipe vaksin COVID- 19 yang dikala ini terdapat di pasaran.

Para periset belum mempunyai data yang lumayan buat mengenali kenapa campuran kedua vaksin ini bisa tingkatkan imunitas. Guru besar Universitas Saarland, Sester, berkata ia menantikan lebih banyak riset dicoba mengenai pencampuran bermacam tipe vaksin serta gimana vaksin berhubungan.

” Kita yakin kalau bila regu periset lain menggapai kesimpulan yang seragam dengan kita, campuran vaksin vektor( Astrazeneca) serta mRNA( BioNTech/ Pfizer) wajib dipikirkan dengan cara sungguh- sungguh,” tuturnya.