Biografi Singkat 5 Perusahaan Pupuk Terbesar di Indonesia

www.eco-union.orgBiografi Singkat 5 Perusahaan Pupuk Terbesar di Indonesia. Apakah Pupuk Itu? Apa artinya pupuk? Secara umum pupuk diartikan sebagai bahan organik atau anorganik yang mengandung unsur hara, yang ditambahkan ke dalam media tanam atau tanaman untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan dan produktivitas. Pupuk mengandung berbagai unsur hara yang menjadi andalan tanaman. Secara garis besar unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi unsur hara makro dan mikro. Makronutrien; N (nitrogen), P (fosfor), K (kalium), Ca (kalsium), Mg (magnesium) dan S (sulfur / sulfur). Unsur mikronutrien meliputi; B (boron), Cu (tembaga), Zn (seng), Fe (besi), Mo (molibdenum), Mn (mangan), Cl (klorin), Na (natrium), Co (kobalt), Si (silikon), nikel (nikel).

Pupuk biasanya digunakan sebagai sumber hara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dan memperbaiki struktur tanah. Pemupukan pada media tanam dapat meningkatkan kandungan hara dan meningkatkan kesuburan. Kegiatan pertanian yang berkelanjutan menyebabkan hilangnya unsur hara tanah. Oleh karena itu, untuk mengembalikan pemanfaatan unsur hara pada media pertumbuhan, diperlukan pupuk.

Secara umum pupuk dibedakan menjadi dua jenis, salah satunya adalah pupuk. Pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk juga dapat diklasifikasikan menurut kandungan, bentuk fisik, cara aplikasi, dan cara pelepasan unsur hara.

Menurut sumber bahan bakunya, pupuk dibedakan menjadi dua jenis:

  1. Pupuk organik

Pupuk organik adalah pupuk yang diperoleh dengan cara melapukan sisa-sisa tumbuhan, hewan dan bahan alami lainnya. Baik itu pemrosesan alami atau pemrosesan rekayasa buatan. Pupuk organik bisa padat atau cair. Ini termasuk pupuk organik; pupuk, kompos, pupuk hijau, humus dan pupuk organik buatan.

  1. Pupuk anorganik

Pupuk anorganik adalah pupuk buatan dan pupuk alami yang terbuat dari bahan kimia. Misalnya NPK, ZA, urea, TSP, dll.

Menurut bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi dua jenis:

  1. Pupuk padat

Pupuk padat merupakan bentuk fisik pupuk padat bukan pupuk cair. Misalnya pupuk berupa butiran, tablet atau tepung. Umumnya pupuk padat adalah pupuk yang banyak mengandung unsur hara.

  1. Pupuk cair

Pupuk cair adalah pupuk yang di buat dalam bentuk cair. Pupuk cair biasanya adalah pupuk yang mengandung mikronutrien. Namun ada beberapa jenis pupuk cair berukuran besar.

Menurut jenis unsur hara yang terkandung dalam pupuk, pupuk dibedakan menjadi dua jenis:

  1. Pupuk tunggal

Pupuk tunggal adalah sejenis pupuk hara. Biasanya berupa makronutrien primer, seperti urea, yang hanya mengandung unsur nitrogen (nitrogen).

  1. Pupuk majemuk

Merupakan pupuk dengan kandungan hara lebih dari satu. Misalnya NPK mengandung unsur N, P dan K atau diammonium fosfat dengan kandungan nitrifikasi dan fosfor.

Menurut metode pemupukan, pemupukan dibagi menjadi dua kategori:

  1. Pupuk

Pupuk daun adalah salah satu jenis pupuk yang diaplikasikan khusus dengan cara disemprotkan pada daun. Umumnya pupuk daun mengandung mikronutrien.

  1. Pupuk akar

Pupuk akar adalah pupuk yang diaplikasikan dengan cara ditaburkan pada bibit atau media tanaman disekitarnya. Pupuk akar biasanya merupakan pupuk yang banyak mengandung unsur hara. Misalnya urea, NPK, TSP, dll.

Menurut cara pelepasan unsur hara, pupuk dibagi menjadi dua jenis:

  1. Rilis cepat

Merupakan pupuk yang nutrisinya mudah diserap oleh tanaman. Jika pupuk ini disebarkan ke media tanam dalam waktu singkat, unsur hara yang dikandungnya akan langsung digunakan oleh tanaman. Jenis pupuk pelepasan langsung meliputi urea, ZA dan KCl.

  1. Rilis berkelanjutan

Biasa disebut pupuk pelepasan terkontrol, pupuk ini perlahan melepaskan unsur hara yang terkandung di dalamnya. Pupuk lepas lambat secara bertahap melepaskan unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman. Misalnya pupuk TSP.

PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan produsen pupuk terbesar di Asia dengan total aset mencapai Rp pada tahun 2015. 93,13 triliun yuan, dengan total kapasitas produksi pupuk tahunan sebesar 13,1 juta ton. Skuy kita bahas beberapa pabrik pupuk terbesar di indonesia.

Baca Juga: 5 Perusahaan Rokok Terbesar dan Terpopuler di Indonesia

  1. PT Petrokimia Gresik

PT Petrokimia Gresik (sebelumnya proyek Petrokimia Surabaya) adalah perusahaan produksi pupuk Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Juli 1972. Perusahaan tersebut merupakan badan usaha milik negara dan produsen pupuk terlengkap di Indonesia yang memproduksi berbagai macam pupuk. Misalnya: Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska, DAP, NPK Kebomas, ZK dan pupuk organik yaitu Petroganik. Selain itu, perseroan juga memproduksi produk non pupuk seperti asam sulfat, asam fosfat, amonia, dry ice, aluminium fluorida, dan penghambat semen. Perusahaan ini didirikan untuk mendukung rencana pemerintah meningkatkan produksi pertanian di seluruh negeri.

Pada awal berdirinya, kontrak konstruksi perusahaan ditandatangani pada 10 Agustus 1964, dan kontrak ini berlaku efektif pada 8 Desember 1964. Sebagai perusahaan pemerintah, Presiden Soeharto diresmikan di PT Petrokimia pada 10 Juli 1972. Pemerintah Gresick sebenarnya membangun PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang pada 1959. Tonggak sejarah PTPetrokimia Gresik dapat ditelusuri kembali ke tahun 1956, ketika “Proyek Petrokimia Surabaja” di Jawa Timur diluncurkan melalui Badan Desain Nasional (BPN).

Kemudian setelah dilakukan studi kelayakan pada tahun 1962 oleh Badan Persiapan Proyek Industri (BP3I) yang dikoordinir oleh Kementerian Industri Dasar dan Pertambangan, terpilihlah Gresik sebagai lokasi pabrik pupuk. Terdapat 450 hektar lahan kosong di dekat lokasi. Sumber air pabrik berasal dari Sungai Brantas dan Sungai Benjavan Solo. Lokasi pabrik dekat dengan area konsumsi pupuk terbesar yaitu perkebunan tebu dan petani. Pabrik tersebut juga dekat dengan Surabaya yang memiliki Fasilitas yang memadai, termasuk Sumber Daya Manusia.

Fakta membuktikan bahwa sejarah telah menyebabkan PT Petrokimia Gresik mengalami berbagai perubahan status, yaitu menjadi Perusahaan Terbuka (Perum) sesuai Peraturan Pemerintah No. 1. 55/1971, kemudian diubah menjadi Persero berdasarkan PP. 35/1974 jo PP No. 14/1975, dan sekarang menjadi anggota PT Pupuk Indonesia (dahulu PT Pupuk Sriwidjaja) berdasarkan PP No. 1. 28/1997.

  1. PT Pupuk Kujang Cikampek

PT Pupuk Kujang didirikan pada tanggal 9 Juni 1975 dengan pendanaan sebesar US $ 260 juta, termasuk pinjaman US $ 200 juta yang diberikan oleh pemerintah Iran dan penyertaan modal sebesar US $ 60 juta yang disediakan oleh pemerintah Indonesia. Pinjaman yang diberikan kepada pemerintah Iran telah dilunasi pada tahun 1989. Pabrik pupuk Kujang pertama dibangun, yang kemudian dinamai pabrik Kujang 1A dengan kapasitas produksi utama 570.000 ton / tahun urea dan 330.000 ton / tahun amoniak. Kontraktor Kellogg’s Overseas Company (AS) dan Toyo Engineering Company (Jepang). Pembangunan pabrik Kujang 1A berhasil dilaksanakan selama 36 bulan dan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 12 Desember 1978. PT Pupuk Kujang merupakan anak perusahaan BUMN Pupuk di Indonesia yaitu PT Pupuk Indonesia Holding Company.

Seiring perkembangannya (penuaan) dalam proses penuaan tanaman, konsekuensinya adalah biaya perawatan yang lebih tinggi dan waktu henti yang lebih lama. Mengatasi masalah tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit, terutama untuk penggantian dan perawatan peralatan inti tertentu. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, PT Pupuk Kujang menyusun rencana aksi agar usaha tersebut berkelanjutan. Salah satu rencana yang dilaksanakan adalah mengganti reaktor urea pada tahun 2001 dan membangun pabrik Kujang 1B. Kontraktor umum Jepang Toyo Engineering Corporation melakukan pembangunan pabrik Kujang 1B dengan kapasitas produksi 570.000 ton / tahun urea dan 330.000 ton / tahun amoniak, serta mendapat dukungan dua (2) kontraktor dalam negeri, yaitu PT Rekayasa Industri dan PT Inti Karya Persada Teknik.

Pembangunan pabrik Kujang 1B memakan waktu 36 bulan sejak 1 Oktober 2003 hingga 6 September 2005. Selain ekuitas yang dimiliki PT Pupuk Kujang, pendanaan proyek tersebut berasal dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC). ) 27.048.700.000 yen. Presiden Republik Indonesia memimpin acara peresmian pabrik Kujang 1B pada tanggal 3 April 2006.

Pada 4 Januari 2011, PT Pupuk Kujang melakukan kredit refinancing untuk pembangunan pabrik Kujang 1B melalui prosedur pengambilalihan 4 bank nasional. Hal tersebut sebagai langkah untuk menghindari fluktuasi nilai tukar utang luar negeri terhadap valuta asing dan mata uang yen, merupakan instruksi dari pemegang saham dan arahan implementasi dari surat No. 1 Kementerian BUMN tersebut. S-33 / MBU / 2008 tentang Pinjaman Valuta Asing dan Pengelolaan Dana.

Dengan kredit refinancing ini, PT Pupuk Kujang meminjam 1,9 triliun rupiah dari empat bank nasional, yaitu Bank BRI, BNI, Mandiri dan BCA. Uang itu digunakan untuk membeli yen Jepang dan membayar hutang ke JBIC. Rencana pembayaran PT Pupuk Kujang kepada 4 bank nasional akan dilaksanakan dalam 8 tahun mulai 2012 hingga 2019.

Bahan baku utama dalam produksi urea adalah gas alam, air dan udara. Ketiga bahan baku ini diolah menjadi amonia dan terakhir urea. Pasokan gas bumi berasal dari Pertamina dan perusahaan gas swasta lainnya yang airnya berasal dari perairan lepas pantai Pulau Jawa, dan air bakunya berasal dari Perum Jasa Tirta II Jatiluhur-Purwakarta.

Untuk memanfaatkan kelebihan keunggulan operasional Pabrik Pupuk Kujang, telah didirikan beberapa anak perusahaan yaitu joint venture dengan private group di dalam dan luar negeri. Saat ini PT Pupuk Kujang memiliki 5 (lima) anak perusahaan yaitu joint venture dengan pihak swasta: PT Sintas Kurama Perdana memproduksi asam format, PT Multi Nitrotama Kimia memproduksi ammonium nitrat dan asam nitrat, serta PT Peroxide Indonesia Pratama memproduksi hidrogen peroksida. PT Kujang Katalis Sud-Chemie menghasilkan katalis, yang terakhir adalah PT Kawasan Industri Kujang Cikampek yang bertanggung jawab untuk mengelola lahan di areal PT Pupuk Kujang.

Mengingat biaya produksi pupuk urea masih lebih tinggi dari harga eceran maksimum (HET), pemerintah memberikan subsidi melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1. 122 / KMK.02 / 2006, tanggal 7 Desember 2006, mengenai perhitungan dan tata cara pembayaran subsidi pupuk untuk tahun anggaran 2006. Bentuk subsidi gas bumi diubah menjadi subsidi harga. Dalam subsidi harga ini, pemerintah membayar Industri Pupuk Besaran subsidi adalah semua biaya produksi termasuk harga bahan baku, biaya distribusi dikurangi gas alam ditambah 10% margin dan harga eceran tertinggi.

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan 17 / MDAG / PER / 6/2011 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi, dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No. U-909 / A00000.UM / 2011 tanggal 11 Agustus 2011, Mulai tanggal 1 September 2011, seluruh Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah tanggung jawab PT Pupuk Kujang.

Mengingat Provinsi Jawa Barat sebagai lumbung beras nasional harus didukung dengan pupuk yang memadai, posisi strategis perusahaan di Provinsi Jawa Barat dan berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta, DKI menjadi salah satu tantangan tersendiri. Dapat menjamin ketahanan pangan.

Soal harga jual, maksimal harga eceran pupuk urea bersubsidi mengacu pada peraturan Kementerian Pertanian. 87 / Permentan / SR.130 / 12/2011 adalah Rp 1.800 / Kg. Sedangkan amoniak adalah kelebihan amoniak yang dihasilkan dalam proses produksi amoniak.Sebagian besar disalurkan ke PT Multi Nitrotama Kimia, sebagian didistribusikan ke Jawa Barat dan Jawa Timur, serta diekspor dalam skala kecil ( muatan).

Ikuti petunjuk Direktur Jenderal Prasarana Pertanian, Kementerian Pertanian. Nomor 712 / SR.130 / B.5 / 8/2011 tanggal 23 Agustus 2011 Tentang pewarnaan urea bersubsidi, PT Pupuk Kujang per 1 Januari 2012, warna pupuk urea bersubsidi berubah menjadi merah jambu (merah muda) warna). Tujuannya agar pengendalian terhadap pupuk tersebut lebih mudah. Pewarna pupuk yang digunakan dalam proses ini menggunakan bahan food grade yang dapat dimakan atau bahan yang aman dimakan, tidak beracun bagi tanaman, tidak mengubah unsur hara dalam pupuk, dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga: 5 Band Rock Lawas Terbaik Sepanjang Masa

  1. PT Pupuk Kalimantan Timur

PT Pupuk Kalimantan Timur memulai bisnisnya di Bontang, Kalimantan Timur pada tanggal 7 Desember 1977. Bisnisnya adalah produksi dan penjualan pupuk dan bahan kimia lainnya. Anak perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur antara lain PT Kaltim Industrial Zone, PT DSM Kaltim Melamin, PT Kaltim Sahid Baritosadakimia dan PT. Teknik Industri. Perusahaan ini dipimpin oleh Aas Asikin Idat sejak 12 November 2010, dengan visinya menjadi perusahaan agrokimia dengan reputasi tinggi di Asia. Untuk tujuan ini, perusahaan akan menyediakan produk pupuk, bahan kimia, layanan pertanian dan pabrik yang sangat kompetitif, dan layanan perdagangan; memaksimalkan nilai perusahaan dengan mengembangkan sumber daya manusia dan menerapkan teknologi terbaru; dan mendukung ketahanan pangan nasional dengan menyediakan pupuk secara tepat. ; dan membawa manfaat bagi pemegang saham, karyawan dan masyarakat, serta melindungi lingkungan.

Arti dari Pupuk Kaltim LOGO

Bentuk segi lima melambangkan Pancasila yang merupakan landasan ideal perusahaan; 2 Daun dan buah melambangkan kesuburan dan kemakmuran; lingkaran kecil berwarna putih merupakan posisi Bontang dekat garis katulistiwa; teks PUPUK KALTIM melambangkan dibukanya perusahaan menjadi era globalisasi. .

Jeruk: Melambangkan semangat membangun kreativitas dan sikap profesional untuk mencapai kesuksesan bisnis

Biru: Melambangkan luasnya wawasan dan keutuhan nusantara, bersatu dalam proses membangun dan memanfaatkan sumber daya alam

  1. PT Pupuk Iskandar muda

PT Pupuk Iskandar Muda atau biasa dikenal dengan PT PIM merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang industri kimia khususnya produksi pupuk urea dan amoniak. Anak perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda adalah PT Ima Persada.

PT PIM merupakan pabrik pupuk skala besar pertama yang dibangun pada tahun 1982 oleh kontraktor nasional PT Rekayasa Industri.

PT PIM didirikan untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea yang sebelumnya diprakarsai oleh PT Pusri Palembang di Indonesia bagian barat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 570.000 ton urea dan 386.000 ton amonia per tahun.

Saat ini PT PIM memiliki 2 pabrik yang masing-masing memproduksi urea, pellet dan pellet. PT PIM memiliki pelabuhan sendiri, yang dapat digunakan untuk suplai pupuk dalam negeri dan pupuk ekspor.

PT PIM terletak 274 kilometer tenggara Banda Aceh atau 335 kilometer barat laut Medan, dapat dicapai melalui jalur darat, laut maupun udara. Terletak di kawasan industri Lhokseumawe di tepi Selat Malaka, ini merupakan salah satu jalur transportasi tersibuk di dunia.

  1. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang

Pupuk Sriwidjaja Palembang adalah badan usaha milik negara yang memproduksi dan menjual pupuk dan produk agribisnis. Perusahaan tersebut bernama PT. Pusri. Pusri didirikan pada 24 Desember 1959. Pusri memiliki kantor pusat di Palembang dan membawahi enam anak perusahaan.

Pada tahun 1961, pabrik Pusri I dibangun untuk pertama kali. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 100.000 ton urea dan 59.400 ton amonia. Kemudian permintaan pupuk terus meningkat, dan perusahaan membuka tiga pabrik baru.

Pusri memiliki visi menjadi perusahaan pupuk daerah yang terkemuka. Produk utama Pusri adalah amonia dan urea, sedangkan produk sampingannya meliputi kelebihan amonia, oksigen, nitrogen, CO2 cair dan es padat / kering. Pada tahun 2010 dipisahkan dari perseroan terbatas (Persero) PT. Pupuk Sriwidjaja atau PT.Pusri ada di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Pada tanggal 18 April 2013, PT.Pusri (Persero) menjadi PT.Pupuk Indonesia.Tapi PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang masih menggunakan brand dan merk Pusri.

Hingga Juli 2013, perseroan telah mengekspor pupuk urea ke berbagai negara di Asia sebanyak 127.000 ton. Melalui pendirian pabrik baru, seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, pemasaran luar negeri akan terus meningkat. Keberadaan pabrik baru tersebut membuat total produksi urea Pusuri tahun 2015 menjadi 2,61 juta ton per tahun.