Sheikh Jarrah, Wilayah Sengketa Yang Rentan Memicu Pertikaian Israel-Palestina

  • derawytqq64FF
  • 27/05/2021
  • Comments Off on Sheikh Jarrah, Wilayah Sengketa Yang Rentan Memicu Pertikaian Israel-Palestina

Sheikh Jarrah Wilayah Sengketa Yang Rentan Memicu Pertikaian Israel-Palestina – Faktanya, rumah keluarga tunggal pasangan itu adalah salah satu dari 14 rumah Palestina di daerah sengketa Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Sheikh Jarrah, Wilayah Sengketa Yang Rentan Memicu Pertikaian Israel-Palestina

 Baca Juga : Akibat Serangan Israel Penduduk Gaza Tewas Capai 197 Orang

eco-union – Dalam kasus yang saat ini sedang diproses oleh Mahkamah Agung Israel, mereka menghadapi ancaman dideportasi dari rumah mereka untuk memberi ruang bagi pemukim baru.

Setelah kekerasan di Yerusalem dan sebelum pertempuran antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza, proses deportasi dihentikan sementara.

Dikala Samira membantuni bunga- bunga yang telah lesu, Adel membuktikan pada aku gambar gelap serta putih di masa 1950an- 1960an, saat sebelum mereka berjumpa serta menikah.

” Ini amat susah,” tutur Adel.” Kita merasa, era sangat senang dalam hidup kita di rumah ini hendak lekas selesai. Kita rasa, kita hendak jadi pengungsi buat kedua kalinya.”

Keluarga besar mereka diusir dari Jerusalem Barat dikala perang kebebasan Israel pada 1948. Posisi rumah keluarga Dajanis serta Budeiris cuma sebagian km jauhnya dari rumah mereka saat ini, tetapi ketentuan Israel melaporkan mereka tidak hendak dapat memilikinya lagi.

Pada 1950an, PBB membiayai cetak biru Yordania di Sheikh Jarrah buat membuat perumahan untuk pengungsi Palestina. Tetapi beberapa tanah di situ, sudah dipahami 2 yayasan Ibrani saat sebelum negeri Israel tercipta.

Sehabis Israel mencaplok Jerusalem Timur dari Yordania dalam Perang 6 Hari pada 1967, 2 yayasan itu mengutip tahap hukum buat menguasi tanah itu.

Tanah bentrokan yang terletak dekat dengan kuburan Shimon HaTzadik—seorang pemimpin besar Ibrani pada era lalu—telah diklaim oleh golongan Ibrani yang beranggapan kalau masyarakat Palestina merupakan penunggu buas.

Sebaiknya ditambahkan di mari kalau nyaris seluruh perihal mengenai jalur narasi yang berbelok – belok ini- baik tanah ataupun kepemilikannya- adalah materi bentrokan yang hebat.

Di luar, jalanan amat hening. Terdapat beberapa jejak bentrokan antara Israel serta Hamas sepanjang Ramadan.

Pelindung polisi di ujung- ujung jalur sedang dipasang. Penunggu Ibrani dapat leluasa berkeliaran, tetapi bila Kamu masyarakat Palestina, serta Kamu tidak bermukim di mari, Kamu tidak hendak dapat masuk ke dalam area.

Suatu mural di area itu menampilkan denah Palestina saat sebelum 1948 yang dibungkus dengan corak sorban kepala, bertuliskan:” Aman tiba di area Sheikh Jarrah yang kuat.”

Pada tembok di bagian bertentangan, tercatat 28 julukan keluarga yang rawan tergusur.

Di dekatnya, ada suatu rumah yang sudah didapat ganti penunggu Ibrani lebih dari 10 tahun lal. Rumah itu dipasangi bendera Israel, ikon Bintang Daud yang menyala, dan banyak kamera pengawas.

Pihak berhak Israel berkata permasalahan Sheikh Jarrah tidak lebih dari” bentrokan kepemilikan rumah” serta para penduduk Ibrani dibantu kokoh oleh hukum.

Pada 2003, 2 yayasan Ibrani menjual hak propertinya pada Nahalat Shimon Ltd, satu dari beberapa badan berplatform di Amerika Sindikat yang mensupport usaha pemindahan penduduk Ibrani ke area Palestina di Jerusalem.

“Keluarga-keluarga itu akan diusir karena tidak membayar sewa,” kata salah satu wakil wali kota Jerusalem, Fleur Hassan-Nahoum.

Ia merujuk pada tetapan majelis hukum yang kontroversial pada 1987. Tetapan itu membenarkan federasi Ibrani selaku owner properti, sebaliknya masyarakat Palestina dikategorikan selaku penyewa yang dilindungi.

” Jadi, kita hadapi bentrokan properti yang dibesarkan jadi bentrokan politik buat menghasilkan acuman.

” Aku tidak mengerti mengapa Jerusalem Timur jadi Judenrein,” tuturnya. Judenrein ialah sebutan yang dilahirkan Nazi buat mengatakan Eropa ilegal untuk orang Ibrani.

Baru- baru ini, amarah berkobar di Sheikh Jarrah sepanjang bulan Ramadan.

Bentrokan yang berjalan sepanjang sebagian dasawarsa sudah meledak jadi kekerasan yang merembet ke Langgar al- Aqsa.

Golongan Hamas, yang merasa memiliki kesempatan buat memantapkan posisi di antara banyak orang Palestina di luar Rute Gaza, berasosiasi dalam kelakuan itu.

Golongan itu setelah itu memicu roket langsung ke jantung kota.

Dikala penghentian senjata diumumkan sehabis 11 hari bentrokan, masyarakat Palestina di Jerusalem memperingati apa yang diamati sebagian orang selaku kemenangan Hamas.

” Bukan bertepatan, kalau Lingkungan Al- Aqsa serta Sheikh Jarrah merupakan faktor dari bentrokan yang selesai dengan kekerasan ini,” tutur Daniel Seidemann, seseorang pengacara Israel yang sudah menulis kegiatan kawasan tinggal Ibrani di Jerusalem Timur sepanjang 30 tahun.

” Terdapat usaha bersama buat menggusur masyarakat Palestina yang bermukim di situ, serta mengambil alih mereka dengan penduduk yang termotivasi dengan apa yang ditulis di buku bersih. Seperti itu yang terjalin.”

Orang Ibrani serta Arab bersama mengungsi pada 1948, tutur ia. Tetapi cuma itu kecocokan keduanya.

” Terdapat satu kota, satu perang, 2 bangsa, tiap- tiap kehabisan properti.”

” Seorang dapat meregang properti; yang yang lain tidak. Itu merupakan kesalahan anak Sheikh Jarrah.”

Seidemann mengatakan penargetan 4 zona Arab- 2 di Sheikh Jarrah dan 2 di Silwan, Selatan k0ta- memantulkan upaya dini Israel dalam penggusuran warga Palestina dengan metode mewah di Jerusalem sesudah perang 1967.

Baca Juga : Para Pengunjuk Rasa Berkumpul di Seberang Jalan Far North Dallas Agar Suara Mereka Didengar Tentang Konflik Timur Tengah 

Serta ia berkata, prosesnya meluap.

” Jerusalem ibaratnya merupakan radioaktif, serta penggusuran merupakan radioaktif. Kedua perihal itu setelah itu disatukan,” tuturnya.

Kembali ke halaman, Adel serta Samira rawan diusir pada 1 Agustus kelak.

Mereka cuma memiliki sebagian bulan lagi buat memenangkan ataupun kehabisan hak atas rumah yang sudah mereka tempati sepanjang 47 tahun.

Adel berkata ini bukan pertarungan yang seimbang.

” Ini telah nyata, kalau kita tidak hendak berkelahi dengan masyarakat penduduk. Kita berkelahi dengan penguasa,” tuturnya.

” Kita tidak memiliki daya buat berkelahi dengan penguasa Israel.”

Hamas bisa jadi hendak bertarung memperebutkan era depan Jerusalem, tetapi untuk 28 keluarga di Sheikh Jarrah, suasana mereka tidak sempat berganti saat sebelum ataupun setelah bentrokan.